Roller Coaster

10.11


Bukan, ini bukan bipolar tendency..
Aku tidak menyebutnya begitu dan memang tidak. Sebenernya orang-orang yang menyebut diri mereka bipolar sesungguhnya adalah orang waras. Sebenernya orang-orang yang menyebut diri mereka gila adalah orang-orang yang normal.
Hanya saja emosi ini tidak stabil akhir-akhir ini, seperti roller coaster yang naik memuncak lalu menukik tajam ke bawah. Sensitivitas semakin tinggi, halusinasi semakin menjadi-jadi. Semenit terasa seperti di surga, lalu sedetik kemudian seperti sudah seumur hidup di neraka.

Sharing is refreshing.

Terkadang sharing adalah hal yang kita butuhkan. Namun bagaimana kalau kamu adalah orang yang tidak mudah untuk mengungkapkan sesuatu? atau bisa saja kamu adalah orang yang sulit menemukan teman sharing yang cocok sehingga lebih memilih untuk dipendam? terkadang juga saat kamu sudah menemukan sosok yang dapat memberikan umpan balik secara objektif, namun ternyata sosok tersebut susah untuk meluangkan waktunya bahkan mungkin pelan-pelan pergi seakan tidak ingin mendengarkan segala macam keluh kesah cerita sehari-harimu.

Seseorang yang lebih tua pernah berkata di pertemuan pertama kita secara empat mata "kamu impulsive" 
Tidak, aku tidak tersinggung dengan gurauannya, dan aku sudah sering menerima anggapan yang sejenis itu. Lalu tidak lama beberapa bulan setelah itu, sosok lain mengatakan melalui text bahwa aku seperti psycho dan GJ alias gak jelas.
Cukup lama aku berusaha memikirkan kata-kata itu. Sempat pula aku melangkahkan kaki untuk mencoba tes psikologi atau sekedar untuk berkonsultasi. Namun urung ku lakukan karena aku tau aku yakin dari diriku sendiri tidak seperti itu dan hanya terlalu ekspresif dalam mengungkapkan sesuatu. 

Setelah melalui olah pikir yang cukup lama selama berminggu-minggu, aku mulai berterima kasih dengan kata-kata tersebut. Memang tidak seharusnya aku menunjukkan sisi itu, sudah seharunya bersikap sesuai umur, karena tidak semua orang nyaman dengan sikap tersebut, terlebih aku hidup dengan berhubungan dengan orang banyak. Bukan jaim, hanya perlu di kontrol dan bertingkah bersikap sesuai pada tempatnya.

Sharing is good.

Disaat hormon sedang tidak stabil, terlebih petugas PMI bilang bahwa Hb darahku dibawah standart sehingga mereka menolakku menjadi donor, tiba-tiba segala kenangan dan imajinasi yang melow masuk kedalam pikiranku. Segala macam text yang masuk kedalam ruang chat ku terlebih yang berasal dari sosok ini aku balas dengan ketus seperti wanita yang sedang bertingkah ngambek agar diperhatikan oleh pasangannya. Poor me! bergidik aku mengingatnya.

ya ya, intinya jika dalam posisi tersebut sharing is medicine i think. Mengungkap segala suka duka kepada orang yang sabar dan atunsias memberikan jawaban atas cerita kita adalah suatu pain killer tersendiri. Tapi jika tidak ada bagaimana?

Menulislah.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram